Senin, 05 Oktober 2020

Duka Nestapa


Karya: DianaZu

Masihkah harus bertanya bila jawaban tlah ada di depan mata?!
Kucoba… 
Ada kemungkinan jawaban yang tak sama, 

HATIKU


Karya: DianaZu

Berjuta rintik hujan di langit tak sanggup hapuskan duka di jiwa 

Terik mentari di tengah hari tak sanggup pudarkan sedih di hati 

LINGLUNG

Karya: DianaZu


Linglung hatiku bingung 

Termenung ku mematung 

SAGUSABLOG


 

Belajar, Berkarya dan Berprestasi,

Pada kesempatan ini saya mengikuti diklat yang diselenggarakan oleh IGI (Ikatan Guru Indonesia) dengan nama satu guru satu blog atau lebih dikenal dengan SAGUSABLOG. Kegiatan yang saya ikuti adalah Sagusablog dasar yang ke 48.

Menulis Puisi, Ekspresikan Diri

Sukakah Anda dengan puisi? Jika Ya, berarti kita memiliki kesamaan. Saya suka mendengar, membaca dan menulis puisi. Bagi saya, puisi merupakan sesuatu yang indah dan sarat makna, sehingga saya lebih suka mengekspresikan diri dengan menulis puisi.

Biasanya, saya akan memiliki ide/inspirasi menulis puisi ketika hati sedang galau atau sedih. Pada saat itu, kata-kata mengalir seperti air. Saya dapat meluahkan segala hal yang membebani hati. Pilihan kata yang digunakan dalam puisi juga bebas dan tak terbatas. Dengan hanya menggunakan beberapa kata dalam puisi kita dapat menyampaikan banyak hal.

Selain itu, menulis puisi bagi saya adalah satu bentuk ekspresi diri yang positif. Tidak hanya bertujuan meredakan kegundahan hati, tetapi juga menghasilkan sebuah karya yang dapat dinikmati oleh diri sendiri dan orang lain. Hal itu karena puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang bernilai tinggi dan banyak digemari. 

Apakah hanya ketika sedang galau, ide menulis puisi itu muncul? Jawabannya tentu Tidak. Masing-masing orang memiliki perbedaan. Mungkin ketika perasaan sedang bahagia, melihat sesuatu yang menarik, atau bahkan dalam kondisi biasa saja. 

Jadi, mari kita kembangkan diri dengan membiasakan menulis sesuatu. Salah satu bentuk tulisan yang menarik adalah puisi. Tentunya jika ingin menghasilkan sebuah puisi yang bernilai estetis kita harus menguasai sedikit banyak Teori tentang Puisi.

Berikut salah satu puisi yang saya tulis. Selamat menikmati!

Galau Cinta Merana

Dunia memang fana begitu juga segala isinya

Suka dan duka silih berganti itu biasa

Benci dan cinta pun serupa

Air mata dan bahagia kadang malah hadir pada saat yang sama

Gundah, resah, gelisah itu harmoni jiwa yang bernyawa

Lantas, kenapa hati masih bertanya

Sampai kapan siksa mendera sukma?!


Cinta…

Lagu indah yang sanggup karamkan kapal, 

keringkan lautan, 

dan hancurkan gunung-gunung

Menghidupkan lagi jiwa yang lama mati,

Menyulap sedu sedan menjadi tawa kegembiraan

Jika hati tak berdusta

Cintapun datangkan pilu tak tertahankan,

Torehkan luka tak terobati

Merana tanpa tahu kapan akan berakhir bahagia

Jiwa

Jiwa

Jiwa

Lantas, kenapa hati masih bertanya

Sampai kapan siksa mendera sukma?!


Satu dua kata tak cukup wakili rasa

Gundah

Resah

Amarah

Menggelora

Hancurkan kembali puing-puing hati yang dulu pernah tertata rapi

Tanpa hujan

Tanpa petir

Tanpa badai

Gelegar lara membahana

Akankah air mata masih bermakna?

Sedu sedan tak lagi bersuara, jeritan histeris tak lagi dirikan bulu roma

Yang ada hanyalah luka-luka menganga

Derita…

Aku mulai menyukaimu!

Senandung Jiwa

  Karya: DianaZu kusenandungkan syair cinta mengenangmu yang jauh disana berharap hangatnya menyentuh relung jiwa membelai sukma yang merana...